Ditulis Oleh : Nur Kholifah, S.Pd

La takhsya sering diartikan dengan “jangan galau”. Tentu teman- teman sudah tidak asing lagi dengan kata tersebut. Secara umum, galau merupakan kata sifat yang menunjukkan kondisi seseorang yang sedang kalut, tidak karuan saat diterpa hal yang membuat hati penat, tidak sesuai dengan harapan dan kehilangan sesuatu. Atas dasar ini, hadirya tips saat hati galau menurut islam ini sangat cocok bagi kita umat muslim karena ini kaitannya dengan hati dan keyakinan yang paling mendasar.

Dalam pandangan Islam berdasarkan Kitab Uddatus Shabirin, sebab hati galau ada 2 unsur yaitu:

Pertama, Menginginkan dan berambisi terhadap dunia

Artinya keinginan dan ambisi kita pada hal-hal yang sifatnya duniawi kadarnya bisa dibilang kadar tingkat tinggi. Kita terlalu berfokus lebih besar pada hal-hal yang bersifat duniawi.

Kedua, Kurangnya melakukan amal kebaikan dan ketaatan

Artinya yang menjadi salah satu penyebab utama hati kita galau adalah karena ketaatan dan amal kebaikan yang kita lakukan masih kurang (masih dalam batas yang minim dengan atau tanpa kita sadari)

Adapun tips saat suasana hati kita dilanda galau menurut pandangan Islam adalah sebagai berikut:

Pertama, Kokoh sifat kesabaran

Sabar memang bisa dibilang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan disetiap waktu. Sementara mengkokohkan sifat sabar di dalam diri juga tentu akan berat dan sulit. Oleh sebab itulah kita perlu melatihnya dari hari ke hari, dari setiap masalah yang kita alami, dari setiap musibah yang menimpa kita dan semacamnya.

Karena sesungguhnya Allah SWT selalu beserta orang-orang yang sabar, maka mari berpacu untuk menghadirkan sifat sabar ini di dalam hati dan diri kita. Kesabaran inilah yang akan semakin menguatkan iman dan taqwa kita.

Sebagaimana firman Allah SWT :

“….Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al Baqarah: 177)

Kedua, Ridho terhadap kondisi yang menerpa

Segala sesuatu yang menimpa diri kita pada hakekatnya adalah kehendak dari Allah SWT. Allah SWT memiliki tujuan dan semua yang menimpa kita itu tidak sembarangan, tentu ada hikmah dibaliknya.

Oleh sebab itu, ridho pada setiap kondisi yang menimpa kita dan selalu berprasangka baik atas ketetapan Allah SWT akan semakin menambah dan memperkuat iman dan taqwa kita.

Sebagaimana Allah SWT telah berfirman:
“Tidaklah ada sebuah musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah (bersabar), niscaya Allah akan memberikan hidayah kepada hatinya. Dan Allah-lah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At. Taghaabun : 11)

Ketiga, Ketahuilah tidak ada yang sia-sia dalam kehidupan seorang muslim

Ada kebahagiaan tersendiri saat kita menjadi muslim. Kita memiliki derajat yang tidak akan sia-sia di dalam kehidupan kita yang diberikan oleh Allah SWT. Jadi, bersabar saat kesusahan dan bersyukur saat senang adalah hal yang baik bagi diri kita untuk kita lakukan saat senang dan susah.

Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim:

“Sungguh mengagumkan keadaan orang Mukmin. Sesungguhnya semua urusannya baik dan karakter itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang mukmin. Jika dia mendapat kesenangan, dia bersyukur, dan demikian itu lebih baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, dia akan bersabar, dan demikian itu lebih baik baginya.”(HR Muslim)

Keempat, Sugestikan diri bahwa ada penghapus dosa dibalik itu semua
Sugesti pada diri sendiri menjadi sangat penting karena diri kita sendirilah yang memiliki tanggung jawab untuk mengatasi setiap rasa di dalam diri kita, atas setiap hal yang menimpa diri kita. Semua rasa tersebut adalah ganti dari janji Allah akan diampuninya dosa kita. Jadi, kita patut menghibur diri dan berbahagia dengan janji Allah tersebut.

Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim:
“Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya.”(HR Muslim)

BILYATIMI PEDULI NUSANTARA

www.bilyatimi.org
Jl, Dukuh Kupang XX No. 40, Dukuh Kupang, Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia – 60225
Email : admin@gmail.org
Telp : 085732002002 / 085733261866