DItulis oleh : Dr. Hamdani Lubis

Berpenampilan indah dan cantik bagi seorang wanita adalah perintah Rasulullah SAW. Wanita dianjurkan berhias diri dihadapan suami, termasuk rajin membersihkan diri dari debu atau kotoran. Namun ada satu hal yang dilarang oleh Nabi SAW kepada wanita, yaitu larangan mencukur alis. Karena perbuatan  tersebut merupakan dosa kecil yang sangat dilarang. Sabda Nabi SAW, “Allah melaknat wanita-wanita yang mencukur alis dan wanita-wanita yang minta dicukur alisnya” (Abu Daud). Hadis ini menjelaskan bahwa mencukur alis tanpa ada alasan secara syar’i jelas dilarang, karena mengingkari kodrat wanita sebagai makhluk Allah.

Allah SWT menciptakan setiap anggota badan manusia, tentunya mempunyai fungsi dan kegunaan masing-masing, hal itu berfungsi juga untuk alis manusia. Menurut hasil penelitian kesehatan, alis manusia berfungsi untuk menjaga menyaring kotoran debu, kelembaban ketika berkeringat, atau terkena hujan. Meskipun alis manusia tipis, tetap mempunyai fungsi masing-masing. Selain itu,secara psikologi alis berfungsi untuk menjaga emosi dan sikap manusia ketika sedang marah. Misalnya, ketika manusia marah, maka akan mudah menggerutkan alis sebagai bentuk ekspresi.

Berdampak pada mata

Apa manfaat dari larangan islam untuk tidak mencukur alis wanita? Jawabannya ternyata jika alis dicukur sedemikian rupa akan menganggu penglihatan mata, mata mudah terkena kotoran debu yang menempel di mata dan dampak negatif lainnya. Hal ini sesuai dengan kondrat manusia, bahkan semua organ tubuh manusia mempunyai fungsi dan kegunaan masing-masing. Menurut hasil penelitian, jika manusia tidak mempunyai alis, maka organ tubuh terutama bulu mata tebal, karena akan berfungsi untuk menyaring kotoran pada mata.

Islam melarang mencukur alis dengan tanpa alasan tertentu, disebabkan karena akan menyebabkan kesehatan mata terganggu dan menyebabkan kerusakan kepada organ tubuh yang lain. Islam berpandangan mencukur alis adalah perbuatan terlarang sehingga yang melakukannya mendapat dosa. Apalagi, perbuatan itu disengaja hanya untuk mengumbar syahwat dan menuruti hawa nafsu belaka. (*)