Arsip Kategori: Artikel

Larangan Mencukur Alis Mata

DItulis oleh : Dr. Hamdani Lubis

Berpenampilan indah dan cantik bagi seorang wanita adalah perintah Rasulullah SAW. Wanita dianjurkan berhias diri dihadapan suami, termasuk rajin membersihkan diri dari debu atau kotoran. Namun ada satu hal yang dilarang oleh Nabi SAW kepada wanita, yaitu larangan mencukur alis. Karena perbuatan  tersebut merupakan dosa kecil yang sangat dilarang. Sabda Nabi SAW, “Allah melaknat wanita-wanita yang mencukur alis dan wanita-wanita yang minta dicukur alisnya” (Abu Daud). Hadis ini menjelaskan bahwa mencukur alis tanpa ada alasan secara syar’i jelas dilarang, karena mengingkari kodrat wanita sebagai makhluk Allah.

Allah SWT menciptakan setiap anggota badan manusia, tentunya mempunyai fungsi dan kegunaan masing-masing, hal itu berfungsi juga untuk alis manusia. Menurut hasil penelitian kesehatan, alis manusia berfungsi untuk menjaga menyaring kotoran debu, kelembaban ketika berkeringat, atau terkena hujan. Meskipun alis manusia tipis, tetap mempunyai fungsi masing-masing. Selain itu,secara psikologi alis berfungsi untuk menjaga emosi dan sikap manusia ketika sedang marah. Misalnya, ketika manusia marah, maka akan mudah menggerutkan alis sebagai bentuk ekspresi.

Berdampak pada mata

Apa manfaat dari larangan islam untuk tidak mencukur alis wanita? Jawabannya ternyata jika alis dicukur sedemikian rupa akan menganggu penglihatan mata, mata mudah terkena kotoran debu yang menempel di mata dan dampak negatif lainnya. Hal ini sesuai dengan kondrat manusia, bahkan semua organ tubuh manusia mempunyai fungsi dan kegunaan masing-masing. Menurut hasil penelitian, jika manusia tidak mempunyai alis, maka organ tubuh terutama bulu mata tebal, karena akan berfungsi untuk menyaring kotoran pada mata.

Islam melarang mencukur alis dengan tanpa alasan tertentu, disebabkan karena akan menyebabkan kesehatan mata terganggu dan menyebabkan kerusakan kepada organ tubuh yang lain. Islam berpandangan mencukur alis adalah perbuatan terlarang sehingga yang melakukannya mendapat dosa. Apalagi, perbuatan itu disengaja hanya untuk mengumbar syahwat dan menuruti hawa nafsu belaka. (*)

Wanita sebagai Ibu Rumah Tangga

Ditulis oleh : Dr. Hamdani Lubis

Wanita dalam islam mempunyai peran yang sangat mulia, disamping sebagai isteri, wanita juga melahirkan seorang anak. Karenanya, wanita disebut sebagai ibu rumah tangga karena mempunyai kedudukan mendidik anak-anak. Dalam sebuah hadits dikisahkan bahwa ketika Nabi Muhammad saw ditanya oleh Sahabat, “wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berhak saya muliakan dan perlakukan dengan baik? Nabi pun menjawab ibumu, sahabat tersebut kembali bertanya, kemudian siapa ya Rasululah saw?,

Ibumu” kemudian siapa lagi ya Rasulullah saw ?,

“Ibumu, kemudian sahabat bertanya,

siapa lagi ya rasuluallah saw? Ayahmu.

Dari hadits tersebut dijelaskan bahwa posisi wanita sangat terhormat dalam ajaran islam, bahkan rasulullah SAW menegaskan surga berada di telapak kaki ibu. Hal itu menunjukan bahwa posisi wanita sangat mulia, dan wajib untuk di hormati dan dimuliakan. Bagi seorang muslim, wajib hukumnya untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepada ibu dan senantiasa bersikap baik, berkata baik kepada wanita, karena wanita adalah orang yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Firman Allah SWT dalam surat Luqman ayat 14 yang artinya “ dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya  dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu,hanya kepadakulah kembali-mu

Dalam ayat tersebut jelas bahwa menghormati seorang ibu adalah perintah Allah SWT, karena jasa seorang ibu sangat besar. Ibulah yang akan melahirkan generasi masa depan dengan penuh inovatif, dedikasi, kreatif dan berakhlak mulia. Semua itu akan terwujud jika seorang ibu mempunyai niat yang mulia, akhlak mulia, serta berilmu dan bermartabat dengan ketaqwaan yang tinggi kepada Allah SWT.

Doa seorang ibu

 Wanita bukan hanya sosok perempuan yang mampu melahirkan seorang anak manusia, tetapi wanita adalah sosok yang tangguh sekaligus sosok yang melahirkan peradaban manusia dan masyarakat. Keberadaan wanita menjadi birometer baik dan buruknya masyarakat. Kenakalan remaja dan minimnya ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang anak manusia, sangat tergantung pada sosok seorang ibu. Ibulah yang menjadi mata rantai anak-anak manusia menjadi sholeh dan sholehah, serta wanita juga yang menjadi pondasi keluarga dan masyarakat. Oleh Hal itu, seorang wanita bukan hanya dituntut menjadi pribadi yang mengurus keluarga, mengurus rumah tangga, mendidik anak-anak menjadi sholeh dan sholehah, tetapi wanita juga harus mampu bermunajat dan bertaqwa kepada Allah SWT. Manusia yang bertaqwa yang mampu melahirkan anak-anak yang genius dan berkepribadian yang baik.

Dengan demikian, seorang wanita harus memahami bahwa pentingnya pendidikan anak dan keluarga, dari tangan seorang ibu akan lahir generasi yang genius, memiliki kepribadian yang cerdas, memiliki masa depan yang cemerlang. Keluarga adalah lembaga sosial yang memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam tumbuh kembangnya seorang anak. Anak-anak yang tidak mempunyai kepribadian baik, pasti lahir dari keluarga yang kurang baik, terutama dari sisi ibu. Islam memberikan peta jalan dimana keluarga adalah tempat proses pembelajaran, mendidik, mengasuh, serta melatih jasmani dan rohani. Karena orang tualah yang bertanggung jawab baik dunia dan akhirat. 

Kecanduan Gadget Pada Anak & Cara Menanggulanginya

Penulis : Agus Triyono Syafi'ie, M.Psi

 Di era saat ini, setiap anak kita dalam ancaman pengaruh negatif dari Gadget, karena anak di zaman sekarang tidak lepas untuk bermain Gadget seperti halnya HP, karena memang saat ini sudah zamannya, tetapi jangan biarkan anak kita keblabasan dalam bermain Gadget.

Pada era saat ini Gadget dapat diakses oleh semua usia untuk tujuan yang berbeda-beda diantaranya untuk belajar, bekerja, atau sekedar hanya untuk mencari hiburan semata. Kita sebagai orang tua harus mempunyai kemampuan untuk melihat indikasi negatif atas pengaruh gadget pada anak, diantaranya berikut tanda-tanda kecanduan Gadget :

  1. Anak menjadi kecanduan, dengan bermain gadget selama 2 jam lebih dalam sehari, sehingga untuk melepas dari gadgetnya sulit sekali, kecenderungan anak suka menunda banyak aktivitas yang lainnya.
  2. Mudah marah dan meledak-ledak secara emosi, terutama ketika diminta untuk menghentikan permainannya di Gadgetnya.
  3. Tema-tema yang dibicarakan anak hanya sekitar tentang Gadget, seperti game yang dimainkan atau sosial media dan lain-lain sebagainya.
  4. Sulit mengatur diri, semisalkan tidur larut malam dan malas untuk bergerak
  5. Mengabaikan lingkungan sekitar, karena anak kecenderungan hanya melakukan interaksinya dengan Gadgetnya saja, dan kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya

Itulah beberapa ciri-ciri anak ketagihan Gadget, biasanya ketika orang tua mengetahui tanda-tanda tersebut orang tua hanya bisa bingung dan marah atas tabiat anaknya yang menjadi tidak koperatif dan tidak bisa mengontrol perilakunya. Apabila situasinya seperti itu maka orang tua harus bisa untuk mengantisipasi dan memperbaikinya.

Dalam usaha untuk mengantisipasi orang tua harus ambil kendali dalam menegakan aturan secara konsisten, yaitu ketika orang tua menegakan aturan penggunaan gadget harus ada konten yang bisa diakses anak, kapan anak bisa akses dan berapa lama waktu anak bisa mengakses, selain itu orang tua harus selalu mendampingi anak saat menggunakan Gadgetnya, sehingga kita bisa memantau apa yang dilakukan anak dengan Gadgetnya. Dan point yang paling utama dalam mengantisipasi anak dalam penggunaan Gadget yaitu orang tua harus bisa memberikan contoh secara langsung  dalam penggunaan Gadget secara tepat dan bijaksana.

Itu beberapa cara kita mengantisipasi penggunaan Gadget pada anak, sementara ketika anak sudak dalam fase kecanduan Gadget, maka orang tua wajib untuk menjalankan peran memperbaiki, dimana orang tua harus membuat rencana perubahan perilaku pada anak, semisalkan dengan cara mengurangi akses Gadget pada anak, dan menggantikan variasi aktivitas lain yang lebih interaktif dan menyenangkan, dan hal tersebut menjadi tantangan bagi orang tua untuk ciptakan kegiatan-kegiatan positif pengganti Gadget.  Selebihnya orang tua harus selalu memberikan dukungan pada anak, dengan katakan pada anak bahwa kita selalu ada untuk mereka, sehingga mereka bisa melepaskan diri dari masa sulit dalam kecanduan gadget.

Salah satu faktor Kegagalan dan kesulitan dalam menangani anak kecanduan Gadget dikarenakan  ketidakmampuan orang tua untuk mengambil alih power yang dimiliki anak, biasanya setiap anak ketika diambil Gadgetnya akan marah, kemudian orang tua memberikan kembali Gadgetnya pada anak. Jadi poinya yang membuat perubahan terasa menjadi sulit adalah tidak konsistennya orang tua dalam menerapkan aturan atau kesepakatan, dan  ketahanan yang rendah dalam menghadapi perilaku anak yang marah diawal-awal penerapan aturan.

Hakekat Diri

Penulis : Agus Triyono Syafi'ie, M.Psi

         Ketika manusia lahir di bumi ini mau tidak mau manusia akan dihadapkan dengan sejuta masalah dan kepentingan dalam hal ini, itu, kata sifulan atau sifulin, semua gambaran dunia membayangi  memenuhi hati dan pikiran manusia, sehingga tidak sedikit diantara mereka kehilangan jati dirinya, tidak jelas lagi apa yang utama dan pertama, tidak jarang justru manusia larut dengan aktifitasnya yang tidak subtansial yang berkaitan sejatinya kepentingan dirinya sebagai seorang mahkluk ciptaan Tuhannya. Memang tidak mudah untuk hidup sebagai manusia, dimana mereka hidup di dunia ini dipengaruhi dua faktor, diantaranya yang pertama faktor internal, yang terdiri akal pikiran, hati, perasaan, nafsu, serta sebagai faktor eksternal yaitu gemerlap warna-warni dunia.

           Dari kedua faktor tersebut manusia akan terjebak didalamnya sehingga menjadi ketidak seimbangan dalam dirinya, semisalnya cenderung condong dunia, nafsu, perasaan, akal pikiran, akibat dari kecenderungan tersebut merupakan suatu hal yang tidak baik, dalam ilmu psikologi ciri dari abnormalitas adalah kecenderungan dalam satu sisi, yang terlalu dominan dengan unsur yang lainnya.Untuk mengantisipasi tersebut maka seharusnya manusia sejak awal mempunyai sikap yang menjadi pegangan hidup dalam mengelolah kedua faktor yang mempengaruhinya, sehingga ternetralisir, tidak membawa pada unsur-unsur yang negatif.

         Apakah sejatinya pegangan hidup manusia sesungguhnya?  Sebagai seorang hamba Allah SWT sebaiknya semua urusannya tidak lepas dari kepentingan atau orentasinya kepada Allah SWT, oleh karena itu gunakan hati, akal pikiran, nafsu,  perasaan dan dunia dalam kepentingan atas keberadaan Allah SWT, (Allah yang saya tuju dan ridhoNya yang saya cari). Itulah hakekatnya urusan manusia hidup di dunia ini, bangunlah getaran-getaran iman dan taqwa dalam setiap gerak tubuh ini, hidupkan dialektika antara kita sebagai hamba dengan Allah SWT dan Rosulnya Nabi Muhammad saw. Tumbuhkan prinsip yang terpenting dalam hidup adalah Allah SWT beserta kekasihnya Nabi Muhammad saw.

             Leburkan diri dalam kehidupan di dunia ini sebagai perjalanan menuju kehidupan kekal di akhirat, apa yang ada di dunia ini adalah ujian untuk meraih kemulyaan hakiki dikehidupan selanjutnya. Persembahkan semua apa yang dimiliki hanya kepada Allah SWT, karena kenyataannya mau tidak mau pada akhirnya semua manusia akan mati dan semua apa yang dimiliki dan banggakan akan ditinggalkannya, tidak ada satupun yang abadi, hanya satu bekal utama adalah amal sholeh. Apabila seseorang mempunyai amal sholeh yang bagus maka mereka akan dapatkan kemuliaan dan kebahagian dunia akhirat.

           Itulah hakekatnya manusia hidup didunia ini, sesungguhnya mereka tidak mempunyai apa-apa selain amal perbuatannya, jangan sekali-sekali berpikir merasa mempunyai hak sepenuhnya atas segala sesuatu yang dimiliki,  tetapi semua itu hanya sebuah titipan dari Allah SWT.  Sucikan hati ini dari unsur-unsur syirik, dimana kita merasa mampu, kuasa dan berkehendak, sementara kenyataannya yang berkuasa, berkehendak, dan mempunyai kekuatan adalah Allah SWT, dan sesungguhnya kita hidup dalam sifat Ar rohman dan Ar rohimnya tidak lebih, walaupun mungkin saat ini kau dalam kuasa sebuah jabatan kekuasaan dengan rekening buku tabunganmu terdapat saldo 100 Milyar.

Jangan Jadi Orang Yang Bodoh

Penulis : Agus Triyono Syafi’i, M.Psi

Allah SWT membenci orang yang bodoh, karena kebodohan akan menjurus pada kehinaan atas derajat martabat manusia yang sesungguhnya Allah SWT ciptakan sebagai makhluk yang mulia. Kebodohan adalah merupakan awal dari adanya dosa besar, karena orang yang bodoh akan buta dan tuli atas apa yang benar, baik dan mulia dalam kehidupannya, terkadang mereka para orang-orang  bodoh tidak menyadari bahwa dia telah melakukan kebodohan. Allah SWT mencelah orang yang bodoh dalam firmanNya, dengan menyerupakan para orang-orang bodoh bagaikan dengan binatang ternak, bahkan lebih sesat dari binatang ternak.

”Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak).” (QS. AL-Furqon: 44)

”Sesungguhnya binatang yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa pun.” (QS. Al-Anfal: 22)

Itulah kutipan Ayat-ayat yang menggambarkan para orang-orang bodoh yang lebih buruk dari pada hewan-hewan ternak. Oleh karena itu sesungguhnya tidak ada orang yang lebih membahayakan dalam agama para Rasul selain orang-orang bodoh, bahkan mereka adalah musuh-musuh utama agama para Rasul. Karena orang bodoh menghendaki jalan Allah SWT yang lurus supaya bengkok dan kebenaran menjadi kabur dengan syubhat-syubhat (kerancuan) yang ada pada dirinya.

Janganlah menjadi orang yang bodoh karena sesungguhnya setiap manusia diciptakan sebagai khalifah dimuka bumi ini dengan segala potensi yang dianugrahkan oleh Allah SWT. Gunakan akal pikiranmu untuk menilai dan memilah apa yang hak dan batil, janganlah kita salah dalam menilai dan memilah dengan mengagungkan yang batil dan mengabaikan yang hak, itulah kebodohan. Pada dasarnya hidup ini mempunyai pegangan dan ukuran yang jelas dalam menjalaninya, kita harus tau siapa kamu, siapa mereka dan dimana kamu berada.

Sejatinya pegangan dan ukuran hidup kita untuk terhindar dari kebodohan adalah Allah SWT dan Rasulnya, hayati asma’, sifat dan Zat Nya dalam hidup ini, penuhilah hati mu dengan Allah SWT dan Rasulnya, jangan ada yang lain dalam hatimu selain Allah SWT dan RasulNya,  katakanlah Allah SWT Tuhanku, nabi Muhammad SAW nabiku dan Agama Islam agamaku. Lihatlah, dengarkan, dan langkahkan kakimu bersamaNya, hayati dan rasakan kehadirannya setiap saat,  insya’ Allah kita akan terhindar dari ketulian, kebutaan, kelumpuhan, seperti Allah SWT gambarkan  sebagai orang-orang bodoh, dan kemuliaan dengan sendirinya akan menyertai kita dalam kehidupan dunia – Akhirat.

CAHAYA Di ATAS CAHAYA

Penulis : Agus Triyono Syafi’ie, M.Psi

    Mungkin semua orang berpikiran untuk meraih kesuksesan dalam kehidupannya, karena kesuksesan adalah bagian kebutuhan kehidupan bagi setiap manusia. Walaupun secara definisi arti dan makna kesuksesan berbeda-beda, tetapi pada intinya  kesuksesan adalah bentuk pencapaian hidup atas kebutuhan hidup dan  tujuan hidup, pencapaian tertinggi dari kesuksesan adalah bentuk aktualisasi diri atas tujuan hidup, oleh karena itu kesuksesan tidak selalu identik dengan materialisme, tetapi tergantung nilai-nilai yang melatar belakangi kepribadian seseorang, diantaranya nilai ekonomi, politik, religius dan kesenian. Kesuksesan bagi orang politik adalah menjadi anggota DPR, kesuksesan bagi orang ekonomi adalah mempunyai perusahaan sendiri dan mempunyai penghasilan jutaan dst.

    Menurut ilmu psikologi Humanistik  yang dicetuskan oleh Abraham Maslow, menyatakan bahwa setiap orang mempunyai daya kreatif, yaitu kemampuan untuk meningkatkan potensi dirinya untuk aktualisasi diri. Jadi pada dasarnya menurut ilmu psikologi Humanistik, bahwa setiap manusia mempunyai potensi untuk meraih kesuksesan, sebagai sang juara, hal tersebut sudah teruji dari setiap manusia, bahwa mereka terlahir di muka bumi ini hasil dari kemenangannya atas kompetisi akbar 200 juta sel sperma lainnya untuk membuahi satu induk telur, dan pemenangnya adalah mereka yang terlahir di dunia ini sebagai manusia, selain itu setiap anak manusia yang terlahir telah dibekali 500 Milyar sel otak. Oleh karena itu suatu hal yang sangat wajar apabila peradapan bumi ini merupakan hasil daya cipta dan karya manusia dalam penemuan-penemuan teknologi mutahir, dan hal tersebut membuktikan potensi kesuksesan manusia.

        Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan, karena semua orang itu mampu untuk meraih kesuksesan, dan itulah seharusnya keyakinan yang dimiliki oleh setiap orang sukses, bagi mereka kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Orang sukses adalah orang yang pantang menyerah, selalu berjuang untuk meraih apa yang diinginkannya, dan setiap perjuangan, pengorbanan pasti akan berbuah manis kesuksesan. Nabi Muhammad SAW memberikan jaminan dalam haditsnya “man jadda wa jada” siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya, dan itu bagian cerminan dari konsep diri, yang membedakan antara orang sukses dengan orang yang gagal. Mereka orang sukses mempunyai konsep diri dengan keyakinan dan mimpi besar dalam hidupnya untuk diperjuangkan menjadi sebuah kenyataan, sementara orang gagal tidak mempunyai itu semua.

      Selain tekad perjuangan pantang menyerah, kekuatan fokus pada satu bidang menjadi faktor besar untuk meraih kesuksesan. Dengan fokus pada satu titik dan kerahkan semua segenap daya upaya yang ada maka akan memberikan jaminan kesuksesan yang akan diraih. Dalam sebuah penelitian psikologi oleh Anders Ericsson, terdapat hukum 10000 jam, dimana apabila seseorang fokus belajar atau melatih diri dalam satu bidang hingga melampaui 10000 jam, maka dipastikan akan menjadi seorang yang sangat ahli dalam bidang tersebut, dan kemungkinan mereka akan berprestasi dalam bidang tersebut. Seperti halnya Machael Jordan yang telah menjadi superstar pemain basket NBA, setelah lama berlatih dengan melampaui 10000 jam.  Hukum 10000 jam merupakan bagian dari “The Power Of Focus”  yang merupakan satu cara meraih kesuksesan.

             Sebagai penyempurna dari sebuah perjuangan dalam meraih kesuksesan, spiritual menjadi hal yang sangat penting untuk diusahakan. Dengan mempunyai laku spiritual khusus akan lebih mendekatkan pada kesuksesan. Standart dari laku spiritual tersebut adalah sholat lima waktu, dan bentuk spiritual khusus, yaitu semacam sholat dhuha, sholat malam, puasa senin kamis, membaca sholawat dst, sesuai dengan keyakinan dan kemampuan dari mereka yang menjalaninya. Pada dasarnya  kegiatan spiritual tersebut untuk memastikan mendapatkan pertolongan dan ridho Allah SWT, karena pada hakekatnya yang memastikan kesuksesan seseorang adalah Allah SWT, oleh karena itu kegiatan spiritual dalam usaha meraih kesuksesan adalah sesuatu yang utama dan pertama sebelum upaya dan usaha yang lainnya dilakukan.

    Patut kita yakini bahwa manusia dilahirkan di muka bumi ini untuk meraih kesuksesan, dan untuk itu bukanlah suatu hal yang sulit, tetapi juga bukan suatu hal yang mudah, dibutuhkan keyakinan dan kerja keras, pantang menyerah untuk meraihnya, tetapi yakinlah setiap seseorang pasti mampu untuk meraih sukses, karena pertolongan Allah SWT sangat dekat.

BERMIMPI DALAM KESADARAN

Penulis : Agus Triyono Syafi’ie, M.Psi

      Era modern saat ini  adalah sebuah era keterbukaan, kesempatan dan peluang terbuka bagi semua orang, tidak terkecuali latar belakangnya apakah mereka anaknya orang kaya atau orang miskin, saat ini mereka dalam level yang sama untuk mendapatkan peluang dan kesempatan yang ada. Oleh karena itu nasehati mereka setiap anak-anak kita untuk mempunyai keyakinan dalam “Big Dreams” karena bisa jadi disanalah jalan kesuksesan mereka di masa depan. Katakan pada mereka bermimpilah setinggi langit maka jatuhnya diantara bintang-bintang di langit.

       Mungkin dalam kenyataan hidup anak-anak kita akan terbentur realitas hidup, kegagalan demi kegagalan akan mereka rasakan, untuk mengatasi hal tersebut ceritakan pada mereka kisah-kisah perjuangan dari orang-orang luar biasa di masa lalu, dan tunjukan pada mereka salah satu tokoh dengan kisah suksesnya, semisalkan Thomas Alfa Edison, dimana dalam kisah hidupnya beliau telah mencerminkan keteguhan hati untuk pantang menyerah, walaupun merasakan 1000 kegagalan, Thomas terus berjuang pantang menyerah, karena bagi dia dari satu ide haruslah diiringi 99 % kerja keras, dengan prinsip tersebut akhirnya Thomas Alfa Edison dikenal sebagai penemu bolam lampu.

        Mempunyai sosok idola sangatlah penting sebagai cermin kita untuk terus yakin dengan Big Dream kita. Oleh karena itu pastikan setiap anak kita mempunyai idola yang tepat, bukan hanya sekedar idola tetapi idola yang akan memberikan inspirasi hidup bagi anak-anak kita saat ini dan kedepan, kisahkan sosok idola tersebut secara terus menerus pada anak kita, sehingga mereka cukup fanatik dengan sosok idola tersebut dan akhirnya memberikan pengaruh positif pada karakter mereka.

        Semua berawal dari pola pikir, jadi dengan kita mengajari sesuatu pada anak-anak kita maka akan mempengaruhi pola pikirnya, ketika kita mengajarkan dengan pola pikir yang kreatif, inovatif dan kritis, maka secara permanen akan membentuk karakter anak kita dengan pola pikir tersebut, dan diyakini dengan karakter yang positif dan ideal maka akan mengantar anak kita untuk meraih kesuksesannya kedepan, oleh karena itu bisa kita dikatakan bahwa kuncinya kesuksesan ada pada karakter yang dimiliki, dan terbentuknya karakter seseorang dipengaruhi oleh pola pikirnya, dalam  istilah lain hal tersebut sebagai konsep diri.

       Konsep diri adalah aspek mental yang akan membedakan kualitas seseorang satu dengan yang lainnya. Pikiran positif adalah faktor yang sangat penting dalam perkembangan aspek mental pada setiap orang, tidak terkecuali pada anak-anak kita, oleh karena itu sangatlah penting bagi setiap orang tua untuk membimbing anak-anaknya untuk berpikir positif. Ajarilah mereka untuk bermimpi dengan mata terbuka, dimana apa yang mereka mimpikan, pikirkan, ucapkan, dan lakukan dalam satu kesadaran yang konsisten, artinya harus selaras antara apa yang diinginkan, pikirkan, ucapkan dan lakukan, semisalkan ketika anak kita bermimpi menjadi pengusaha maka seharusnya apa yang dipikirkan adalah aspek usaha bukan yang lain, begitu juga kaitannya dengan ucapan dan perlakuannya, harus mempunyai korelasi dengan mimpinya untuk menjadi pengusaha sukses.

     Peran orang tua untuk menjadi fasilitator dan katalisator dalam menjaga konsistensitas dan kontiyunitas pola-pola anak kita dalam menjalani mimpi mereka secara sadar, tidak hanya mimpi di siang bolong, tetapi mimpi yang nyata dalam kisah hidupnya. Jadi saya rasa apabilah orang tua menginginkan kesuksesan anaknya, maka mereka wajib untuk memahami ini. Satu hal yang sangat penting sebagai medianya adalah komunikasi yang intens dan ideal, pastikan anak mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi pada orang tuanya, sehingga kita dengan mudah untuk mengdoktrin dan mengarahkan anak-anak kita untuk lebih sukses.