BILYATIMI PEDULI NUSANTARA

Penulis : Agus Triyono Syafi’i, M.Psi

Allah SWT membenci orang yang bodoh, karena kebodohan akan menjurus pada kehinaan atas derajat martabat manusia yang sesungguhnya Allah SWT ciptakan sebagai makhluk yang mulia. Kebodohan adalah merupakan awal dari adanya dosa besar, karena orang yang bodoh akan buta dan tuli atas apa yang benar, baik dan mulia dalam kehidupannya, terkadang mereka para orang-orang  bodoh tidak menyadari bahwa dia telah melakukan kebodohan. Allah SWT mencelah orang yang bodoh dalam firmanNya, dengan menyerupakan para orang-orang bodoh bagaikan dengan binatang ternak, bahkan lebih sesat dari binatang ternak.

”Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak).” (QS. AL-Furqon: 44)

”Sesungguhnya binatang yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa pun.” (QS. Al-Anfal: 22)

Itulah kutipan Ayat-ayat yang menggambarkan para orang-orang bodoh yang lebih buruk dari pada hewan-hewan ternak. Oleh karena itu sesungguhnya tidak ada orang yang lebih membahayakan dalam agama para Rasul selain orang-orang bodoh, bahkan mereka adalah musuh-musuh utama agama para Rasul. Karena orang bodoh menghendaki jalan Allah SWT yang lurus supaya bengkok dan kebenaran menjadi kabur dengan syubhat-syubhat (kerancuan) yang ada pada dirinya.

Janganlah menjadi orang yang bodoh karena sesungguhnya setiap manusia diciptakan sebagai khalifah dimuka bumi ini dengan segala potensi yang dianugrahkan oleh Allah SWT. Gunakan akal pikiranmu untuk menilai dan memilah apa yang hak dan batil, janganlah kita salah dalam menilai dan memilah dengan mengagungkan yang batil dan mengabaikan yang hak, itulah kebodohan. Pada dasarnya hidup ini mempunyai pegangan dan ukuran yang jelas dalam menjalaninya, kita harus tau siapa kamu, siapa mereka dan dimana kamu berada.

Sejatinya pegangan dan ukuran hidup kita untuk terhindar dari kebodohan adalah Allah SWT dan Rasulnya, hayati asma’, sifat dan Zat Nya dalam hidup ini, penuhilah hati mu dengan Allah SWT dan Rasulnya, jangan ada yang lain dalam hatimu selain Allah SWT dan RasulNya,  katakanlah Allah SWT Tuhanku, nabi Muhammad SAW nabiku dan Agama Islam agamaku. Lihatlah, dengarkan, dan langkahkan kakimu bersamaNya, hayati dan rasakan kehadirannya setiap saat,  insya’ Allah kita akan terhindar dari ketulian, kebutaan, kelumpuhan, seperti Allah SWT gambarkan  sebagai orang-orang bodoh, dan kemuliaan dengan sendirinya akan menyertai kita dalam kehidupan dunia – Akhirat.

X