Kendaraan Itu Lebih Bagus Jika Dipakai Saudara Mu

Wafi Marzuqi Ammar, Ph.D.

Dari Husain bin Abdillah bin Ubaidillah bin Abbas, dia berkata kepada putra saudaranya:

«لَأَنْ يُرَى ثَوْبُكَ عَلَى صَاحِبِكَ أَحْسَنُ مِنْ أَنْ يُرَى عَلَيْكَ، وَلَأَنْ تُرَى دَابَّتُكَ تَحْتَ صَاحِبِكَ أَحْسَنُ مِنْ أَنْ تُرَى تَحْتَكَ»

“Jika pakaianmu terlihat pada tubuh saudaramu, adalah lebih bagus jika terlihat pada dirimu. Dan jika kendaraanmu terlihat dipakai saudaramu, adalah lebih bagus daripada terlihat engkau pakai sendiri.” (Ibnu Abid Duniya, Qadhaa’ul Hawaaij, hlm. 34)

=======================================

Saudara pembaca bilyatimi yang diberkati Allah.

Ini adalah nasihat cinta seorang paman kepada keponakannya. Nasihat agar seseorang jangan hanya membeli pakaian untuk dirinya sendiri tapi lupa membeli pakaian untuk saudaranya. Jangan sampai seseorang sibuk membeli kendaraan untuk dirinya sendiri tapi lupa membeli untuk saudaranya.

Seseorang terkadang merencanakan apa saja yang harus dibelinya pada tahun mendatang. Semua kebutuhan sudah dilistnya pada sebuah buku catatan agar tidak terlupakan.

Namun sudahkah dari kita berfikir untuk membelikan baju bagi seseorang yang tidak mampu membelinya. Atau membelikan seseorang kendaraan yang dia tidak pernah mampu untuk membelinya.

Padahal jika kita menyibukkan diri memenuhi kebutuhan orang lain, niscaya Allah yang langsung memenuhi seluruh kebutuhan kita. Nabi r bersabda:

((وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ))

“Allah senantiasa membantu hamba selama hamba selalu membantu saudaranya.” (Sahih Muslim, no. 7028)

Islam adalah agama sosial. Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

“لَأَنْ أَقْضِيَ لِمُسْلِمٍ حَاجَةً أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُصَلِّيَ أَلْفَ رَكْعَةٍ”

“Sungguh jika aku memenuhi hajat seorang muslim, lebih aku cintai daripada mengerjakan shalat sebanyak seribu rakaat.” (Ibnu Abid Duniya, Qadhaul Hawaaij, hlm. 48)

Sungguh belum sempurna keimanan seseorang hingga ia melakukan amal-amal sosial seperti memenuhi kebutuhan kaum muslimin, menyekolahkan anak-anak kaum muslimin, dan lain sebagainya.

Di sini Husain hendak mengingatkan kita, bahwa baju yang kita beli, jika diberikan kepada saudara muslim adalah lebih baik daripada kita kenakan sendiri. Demikian halnya dengan kendaraan yang kita beli, lebih baik jika diberikan kepada orang lain daripada dipakai sendiri.

Sebab jika kita pakai sendiri terkadang tidak ada nilai pahalanya atau malah mempersulit hisab kita. Tapi kalau diberikan kepada orang lain, sudah pasti menjadi bekal yang mempercepat laju kita ke Surga.

Nabi r bersabda:

((يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِيْ مَالِيْ، قَالَ: وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلاَّ مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ)).

“Ibnu Adam berkata: Hartaku! Hartaku!. Rasulullah r bersabda: Apakah engkau memiliki harta wahai ibnu Adam? Kecuali yang engkau makan hingga jadi kotoran. Yang engkau kenakan hingga lusuh. Atau yang engkau sedekahkan kemudian engkau mengambil pahalanya.” (Sahih Muslim, no. 7609)

Saudara, marilah mulai saat ini kita berusaha membelikan kendaraan saudara kita. Membelikan baju untuk saudara kita. Jangan sibuk membeli baju dan kendaraan untuk diri sendiri. Jangan suka menghambur-hamburkan makanan di rumah, sementara banyak kaum muslimin kesulitan untuk mendapat sesuap nasi.

Semoga Allah U menjadikan kita semua sebagai manusia-manusia langit. Yang selalu berusaha memenuhi kebutuhan orang lain. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *