Mensyukuri Waktu Tidur

Abdillah F Hasan

Pendidik di Lembaga Pendidikan Al Falah Surabaya.

Jika mesin mobil—yang terdiri dari elemen-elemen keras dan padat–perlu beristirahat. Bagaimana dengan tubuh manusia yang terdiri dari elemen-elemen lunak dan lemah?

Setiap makhluk hidup butuh istirahat atau yang sering disebut dengan tidur. Mengapa? Karena dalam istirahat terjadi proses ‘penghentian’ sementara atas segala kegiatan otot, otak dan bagian tubuh lainnya. Dengan istirahat yang cukup, tubuh akan kembali bugar, prima dan dapat beraktivitas di lain waktu.

Allah dalam Al-Quran menyebut bahwa tidur merupakan bagian tanda-tanda kekuasaanNya,

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS Ar-Ruum: 23)

Kalangan medis umumnya memberi batas waktu tidur malam selama 6-8 jam. Namun semua itu sangat dipengaruhi oleh metabolisme dan aktivitas serta usia individu karena kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda.

Selain tidur malam, kita  juga memerlukan tidur siang, setidaknya 15–30 menit. Menurut sebuah lembaga yang mempelajari masalah tidur di Amerika, National Sleep Foundation, tidur siang selama 20-30 menit dapat membantu meningkatkan mood, kewaspadaan dan kinerja.

Tidur siang sudah menjadi kebiasaan sahabat Rasulullah Saw. Dalam sebuah riwayat disebutkan, Umar ra bila melewati kami pada tengah hari atau mendekati tengah hari, mengatakan,“Bangkitlah kalian! Istirahat sianglah! Yang tertinggal menjadi bagian untuk setan.” (HR. Bukhari).

Apa jadinya jika kita tidak dapat tidur seharian?

Berapa duit yang harus dikeluarkan untuk mengatasi gangguan tidur?

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus disyukuri dan dinimati. Fisik memiliki beban yang terbatas dan keterbatasan itu harus discreen dengan mengistirahatkan diri (tidur). Maka berbahagialah jika kita dapat merasakan nikmatnya tidur. Manfaatnya  bukan hanya pemulihan bagi tubuh tapi juga kelangsungan hidup jangka panjang. Janganlah kesibukan dan kesenangan dunia membuat kita meremehkan waktu tidur, sebab dampaknya juga tidak sepele; darah tinggi, obesitas, jantungan, stroke, insomnia, stres, berkurangnya system kekebalan tubuh,  penuaaan kulit bahkan gangguan mental lainnya.

Rasulullah Saw selalu menjaga jam tidurnya secara konsisten. Beliau tidak suka begadang untuk aktivitas yang tidak berguna. Bahkan Rasulullah Saw pernah menasehati Abdullah bin Umar ra, seorang sahabat yang rajin beribadah, untuk tetap menjaga pola istirahatnya (tidur). “Sesungguhnya pada matamu ada hak, pada badanmu juga ada hak,” kata beliau kepadanya

Dengan istirahat yang cukup, tubuh akan kembali bugar, prima dan dapat beraktivitas dengan lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *