BILYATIMI PEDULI NUSANTARA

DItulis oleh : Dr. Hamdani Lubis

Resepsi atau Walimah pernikahan menurut hukum islam adalah sunnah. Walimah yang dimaksud adalah syukuran jamuan makan ketika acara pernikahan berlangsung atau sebelum acara. Rasulullah SAW menganjurkan hidangan atau tidak perlu berfoya-foya berlebihan dalam  menyediakan hidangan. “Dari Anas bin Malik, bahwasanya Nabi SAW melihat ada bekas kuning-kuning pada ‘Abdur Rahman bin ‘Auf. Maka beliau bertanya, ‘Apa ini ?’ Ia menjawab, ‘Ya Rasulullah, saya baru saja menikahi wanita dengan mahar seberat biji dari emas.’ Beliau bersabda, ‘Semoga Allah memberkahimu. Selenggarakan walimah meskipun (hanya) dengan (menyembelih) seekor kambing” (HR Muslim)

Dari hadist tersebut diatas menjelaskan bahwa hidangan kambing yang diberikan kepada masyarakat saat resepsi merupakan bentuk syukuran walimah, sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Sebagian hadist menyebutkan bahwa Nabi hanya menghidangkan kambing saat pernikahan beliau dengan Ibunda Kaum Mukminin Zainab. Ini pertanda bahwa cara rasulullah melaksanakan syukuran walimah sangat sederhana dan tidak foya-foya, cukup satu kambing. Jika rasulullah SAW hanya satu kambing, maka umat Nabi Muhammad SAW seharusnya bisa mengikuti jejak Nabi.

TIDAK BERLEBIHAN

Kesederhanaan hidangan ketika resepsi walimah telah dipraktekkan rasulullah dan para sahabatnya, hal ini menandakan adanya anjuran kepada umat islam untuk berbagi kabar bahagia dengan mensyukuri nikmat. Namun, dalam melaksanakan hidangan resepsi tidak diharuskan untuk berlebihan.

Dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa yang dihidangkan Rasulullah bisa berupa kurma, sawiq (bubur tepung), keju, samin, dan bisa juga gandum. Hal-hal tersebut disebutkan dalam hadits-hadits ”Dari Anas tentang kisah Shafiyah bahwa sesungguhnya Nabi SAW mengadakan walimah (pernikahannya) dengan kurma, keju dan samin. Bisa kita pahami bahwa yang paling penting dari sebuah resepsi pernikahan ialah hidangan makanannya. Jika memang mampu, maka sebaiknya menyembelih seekor kambing, dan jika tidak mampu maka bisa menyuguhkan makanan apa saja yang tersedia dan mampu. Nabi Muahmmad SAW mengingatkan kepada kita umat islam untuk tidak menyuguhkan makanan hanya kepada orang-orang kaya, melainkan kepada fakir miskin. Sabda Nabi “Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah, hanya orang-orang kaya yang diundang kepadanya, sedangkan kaum fakir dibiarkan (tidak diundang)”(HR. Turmudzi).

Dari hadist tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa hidangan dalam resepsi tidak harus mewah, cukup makanan ringan dan sederhana, dan jangan lupa orang di sekitar kita yakni fakir miskin. (**ham)

X