BILYATIMI PEDULI NUSANTARA

Ditulis Oleh : Agus Triyono Syafi'ie, M.Psi

Memahami psikologis anak ialah dasar dalam sebuah proses pendidikan, sehingga kita mempunyai dasar yang kuat dalam merencanakan pengalaman belajar yang tepat, dan pengalaman belajar yang diberikan pada semestinya bermuara atau bertujuan untuk membangun potensi diri anak secara optimal dalam meraih kesuksesan anak di dunia dan akhirat.

Sebuah poses pendidikan idealnya berorentasi pada kepentingan anak, dan sebagai orang tua berperan sebagai fasilitator, motivator dan katalisator (melejitkan). Jadi, orang tua ibaratnya sebagai pelatih bagi atlitnya untuk menghantarkan mereka sebagai sang juara, dan sebagai pelatih maka orang tua harus memahami potensial yang dimiliki anak, yaitu dimana setiap anak dilahirkan mempunyai tiga potensi besar yang dimiliki yaitu kognitif (pikiran), Afektif (perasaan) dan Motorik (fisik), dari ketiga aspek inilah setiap anak memunculkan kemampuan atau keahlian anak, oleh karena itu seharusnya pendidikan diberikan secara holistic, yaitu yang mencakup ketiga aspek tersebut. Jadi pendidikan yang efektif adalah pendidikan yang holistic dalam menuju ketiga aspek tersebut dengan membangun tiga kecerdasan plus satu, antara lain kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan jamak, berikut keterangan dari empat kecerdasan tersebut;

Kecerdasan Intelektual
Kecerdasan Intelektual atau disebut Intelligence Quotient (IQ) merupakan kecerdasan dasar yang berhubungan dengan proses kognitif yaitu kemampuan metematis-logis dan bahasa, dengan ditandai dalam kemampuan menulis, menghafal, dan menghitung. Jadi dalam konteks kita membangun kecerdasan inetelektual maka pendidik atau orang tua memberikan stimulasi pendidikan dalam kemampuan bahasa, menulis, menghitung dan menghafal. Ketiga kemampuan tersebut merupakan satu kesatuan yang harus dimiliki setiap anak dalam kemampuan intelektualnya yang ideal.

Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) adalah kemampuan seseorang mengelolah afektifnya dalam mengontrol atau mengarahkan emosinya, jadi seseorang yang mempunyai kecerdasan emosional yang bagus biasanya mereka mempunyai motivasi diri yang bagus, tidak mudah terpengaruh dan menyerah, mereka mempunyai Self drive (dorongan mengarahkan diri), Self echievement ( dorongan untuk bersaing dan mencapai sesuatu) dan Self efficacy (keyakinan untuk berbuat sesuatu). Ketiga hal tersebut bentuk karakter yang ideal untuk anak tumbuh dan berkembang menjadi SDM yang tangguh dan berkualitas.

Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan Spiritual atau spiritual quotient (SQ) adalah sebuah kecerdasan jiwa dalam menyakini sebuah nilai-nilai positif yang dilatar belakangi hubungan transendetal antara dirinya sebagai individu dengan Tuhan. Menurut saya, SQ adalah puncak dari aspek-aspek kecerdasan yang dimiliki manusia. Diyakini seberapa hebat usaha, prestasi, kemampuan dan pencapaian seseorang semuanya akan kembali dalam kuasa dan kehendak Allah SWT, dengan kecerdasan spiritual yang dimiliki akan memastikan Allah SWT meridhoi atas apa yang kita niatkan, usahakan dan jalani. Kecerdasan spiritual merupakan sebuah aktifitas dalam kesadaran diri yang sifatnya transendetal, semisalkan amalan-amalan istiqomah semacam membaca wirid, sholawat, shodaqoh, dst. Syarat utama dari kecerdasan spiritual adalah nilai keihklasan, yaitu sifat dasar yang cukup mulia dan mahal bagi anak-anak, dan seolah-olah dengan kecerdasan spiritual yang dimiliki akan memastikan mereka untuk meraih kesuksesan dunia dan akherat.

Kecerdasan Jamak
Kecerdasan jamak ini dirumuskan oleh seorang ahli ilmu Psikologi dari negara Belanda Horward Gardner, setelah melakukan penelitian selama 20 Th, beliau menyimpulkan bahwa sesungguhnya kecerdasan manusia itu tidak tunggal tetapi jamak, dan kecerdasan tersebut disebut Multiple Intelligence. Jadi menurut Gardner sesungguhnya kecerdasan kita tidak terpaku pada tiga kecerdasan IQ, EQ, SQ,tetapi masih banyak lagi potensi kecerdasan yang lain untuk kita kembangkan. Secara sederhana menurut teori Multiple Intelligence kecerdasan manusia berdasarkan potensi bakat setiap anak, disanalah potensi besar kecerdasan anak.

Itulah tiga plus satu potensi emas anak yang harus diketahui dan diperjuangkan dalam proses pendidikan anak saat ini dan kedepannya.

BILYATIMI PEDULI NUSANTARA

www.bilyatimi.org
Jl, Dukuh Kupang XX No. 40, Dukuh Kupang, Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia - 60225
Email : admin@gmail.org
Telp : 085732002002 / 085733261866
X