Wanita sebagai Ibu Rumah Tangga

Ditulis oleh : Dr. Hamdani Lubis

Wanita dalam islam mempunyai peran yang sangat mulia, disamping sebagai isteri, wanita juga melahirkan seorang anak. Karenanya, wanita disebut sebagai ibu rumah tangga karena mempunyai kedudukan mendidik anak-anak. Dalam sebuah hadits dikisahkan bahwa ketika Nabi Muhammad saw ditanya oleh Sahabat, “wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berhak saya muliakan dan perlakukan dengan baik? Nabi pun menjawab ibumu, sahabat tersebut kembali bertanya, kemudian siapa ya Rasululah saw?,

Ibumu” kemudian siapa lagi ya Rasulullah saw ?,

“Ibumu, kemudian sahabat bertanya,

siapa lagi ya rasuluallah saw? Ayahmu.

Dari hadits tersebut dijelaskan bahwa posisi wanita sangat terhormat dalam ajaran islam, bahkan rasulullah SAW menegaskan surga berada di telapak kaki ibu. Hal itu menunjukan bahwa posisi wanita sangat mulia, dan wajib untuk di hormati dan dimuliakan. Bagi seorang muslim, wajib hukumnya untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepada ibu dan senantiasa bersikap baik, berkata baik kepada wanita, karena wanita adalah orang yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Firman Allah SWT dalam surat Luqman ayat 14 yang artinya “ dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya  dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu,hanya kepadakulah kembali-mu

Dalam ayat tersebut jelas bahwa menghormati seorang ibu adalah perintah Allah SWT, karena jasa seorang ibu sangat besar. Ibulah yang akan melahirkan generasi masa depan dengan penuh inovatif, dedikasi, kreatif dan berakhlak mulia. Semua itu akan terwujud jika seorang ibu mempunyai niat yang mulia, akhlak mulia, serta berilmu dan bermartabat dengan ketaqwaan yang tinggi kepada Allah SWT.

Doa seorang ibu

 Wanita bukan hanya sosok perempuan yang mampu melahirkan seorang anak manusia, tetapi wanita adalah sosok yang tangguh sekaligus sosok yang melahirkan peradaban manusia dan masyarakat. Keberadaan wanita menjadi birometer baik dan buruknya masyarakat. Kenakalan remaja dan minimnya ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang anak manusia, sangat tergantung pada sosok seorang ibu. Ibulah yang menjadi mata rantai anak-anak manusia menjadi sholeh dan sholehah, serta wanita juga yang menjadi pondasi keluarga dan masyarakat. Oleh Hal itu, seorang wanita bukan hanya dituntut menjadi pribadi yang mengurus keluarga, mengurus rumah tangga, mendidik anak-anak menjadi sholeh dan sholehah, tetapi wanita juga harus mampu bermunajat dan bertaqwa kepada Allah SWT. Manusia yang bertaqwa yang mampu melahirkan anak-anak yang genius dan berkepribadian yang baik.

Dengan demikian, seorang wanita harus memahami bahwa pentingnya pendidikan anak dan keluarga, dari tangan seorang ibu akan lahir generasi yang genius, memiliki kepribadian yang cerdas, memiliki masa depan yang cemerlang. Keluarga adalah lembaga sosial yang memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam tumbuh kembangnya seorang anak. Anak-anak yang tidak mempunyai kepribadian baik, pasti lahir dari keluarga yang kurang baik, terutama dari sisi ibu. Islam memberikan peta jalan dimana keluarga adalah tempat proses pembelajaran, mendidik, mengasuh, serta melatih jasmani dan rohani. Karena orang tualah yang bertanggung jawab baik dunia dan akhirat.